Kronologi Deddy Corbuzier Positif Covid-19, Kondisi Paru-paru Memburuk - Berjuang Pulih dari Badai Sitokin


 

Kapanlagi.com - Deddy Corbuzier mengumumkan rehat dari semua sosial media dan podcast pada 10 Agustus 2021 lalu. Hal itu sempat membuat netizen bertanya-tanya soal penyebab vakumnya Deddy Corbuzier. Namun rasa penasaran tersebut akhirnya terjawab.

Lewat podcast berjudul SAYA SAKIT, KRITIS DAN HAMPIR MENINGGAL. WHY I STOP yang diunggah (22/8), Deddy Corbuzier buka-bukaan soal alasan sebenarnya ia tak muncul selama kurang lebih 2 minggu ini.

Dalam video podcast berdurasi 38 menit itu, Deddy Corbuzier mengungkapkan bila beberapa waktu lalu ia dinyatakan positif Covid-19. "Saya sakit, saya kena covid," tutur pria berusia 44 tahun tersebut.

Bukan situasi yang mudah bagi Deddy Corbuzier selama ia positif covid. Ayah Azka Corbuzier itu mengungkapkan kalau ia sempat berada dalam kondisi kritis yang membahayakan nyawanya.

1. Urus Keluarga yang Positif



Sakit yang dialami Deddy Corbuzier bermula ketika ia mengurus beberapa anggota keluarga yang terpapar covid. Merasa selama ini selalu menjaga pola hidup sehat, Deddy percaya diri kalau dirinya tak akan ikut tertular.

"Saya ngurus keluarga yang pada saat itu hampir semua terkena covid. Jadi saya ngurusin mereka semua, taking care, cari rumah sakit, cari obat dan sebagainya. Dan kontak saya dengan mereka terus-terusan," katanya.

"Saya pada saat itu sangat pede karena saya tahu pola hidup saya sehat, saya juga prokes. Tapi ternyata beban dirinya terlalu tinggi. Saya tiap hari cek antigen dan saya ternyata covid," sambung Deddy.

Ketika mengetahui ternyata ia terinfeksi covid, Deddy Corbuzier terbilang cukup santai. Dirinya yakin bisa cepat sembuh karena kondisi tubuhnya selama ini baik-baik saja dengan berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat.

"Saya sama sekali nggak khawatir. Yaudahlah ya kena covid, paling demam 2 hari. Itu yang ada di pikiran saya karena vitamin saya full, makanan saya sehat, olahraga saya kuat, i gonna survive this," pungkas Deddy.

2. Demam 40 Derajat

Keyakinan Deddy Corbuzier soal dirinya bisa sembuh dengan cepat pun terbukti. Tak sampai satu minggu ia sudah dinyatakan negatif covid dan mulai beraktivitas kembali.

Namun ternyata perjuangan Deddy sembuh dari Covid-19 belum berakhir. Di minggu kedua sejak ia dinyatakan positif, kondisinya justru kembali turun. Demam yang ia rasakan bahkan sampai 40 derajat.

"Tiba-tiba di minggu kedua setelah saya kena, demam saya tiba-tiba naik. Malem demam saya naik sampe hampir 40 pada saat itu. Lalu paginya naik lagi, pokoknya saya sempet lihat sampe 41 tapi langsung turun karena (minum) paracetamol," ceritanya.

"Something is wrong, saya vertigo. Lalu saya cek CT-Thorax dan ternyata ada kerusakan itungannya 30 pokoknya. Lalu saya diminta untuk stay di rumah sakit. Tapi saya punya (saturasi) oksigen masih 99. Jadi dokter pada saat itu mengatakan kalau mau stay di rumah boleh, tapi dilihat ya (perkembangan) dalam waktu beberapa hari dan kita dikasih obat, oke saya pulang," jelas Deddy Corbuzier.

3. Kondisi Paru-paru Memburuk



Kondisi kesehatannya yang kembali menurun membuat Deddy Corbuzier akhirnya harus kembali ke rumah sakit. Saat menjalani pemeriksaan paru-paru, kerusakannya pun semakin parah.

"2 hari kemudian panas saya naik lagi, saya vertigo dan lain-lain akhirnya pagi-pagi saya di bawa ke Medistra. Saya ketemu dokter Gunawan, dokter bilang ini memburuk. Ketika dicek CT-Thorax udah 60 katanya. Yang tadinya 30 jadi 60 dan keadaannya masuk dalam kondisi badai sitokin," terang pria bertubuh kekar itu.

Deddy Corbuzier mengaku sangat terkejut ketika tahu kalau dirinya berada dalam kondisi badai sitokin. Segala hal kemudian diupayakan untuk memulihkan kesehatannya.

"Saya agak kaget saat dibilang badai sitokin karena setahu saya badai sitokin ini yang membuat orang meninggal. Nah di saat itu saya nggak boleh pulang. Saya kerjanya agresif, saya do the best masukin obat di saat itu juga dan kita akan lihat, (dokter bilang) mas Deddy nggak boleh pulang," tegasnya.

4. Deddy Corbuzier Kecewa

Tak cuma kaget, Deddy Corbuzier juga merasa sangat kecewa terhadap diri sendiri. Selama ini berusaha untuk punya pola hidup yang sehat dengan berolahraga dan menjaga makanan yang ia konsumsi. Namun ia tak menyangka dengan semua yang sudah dilakukan ternyata dirinya masih bisa berada di kondisi kritis ketika terkena covid.

"Akhirnya saya masuklah ke rumah sakit. Kondisinya saat itu demam, badan sakit semua dan kecewa. Kecewa sekali, sangat kecewa karena saya tidak menyangka orang seperti saya bisa seperti itu. Dengan semua yang saya lakukan saya kecewa," tuturnya.

"Dan badai sitokin ini adalah masa kritis di mana hidup atau mati. Jadi itu yang sebenernya terjadi," tutup Deddy Corbuzier.


SUMBER : KAPANLAGI.COM