Bupati Mamberamo Raya Tersangka Korupsi Dana COVID Ditahan Polda Papua

 

Eks Bupati Mamberamo Raya Tersangka Korupsi Dana COVID Ditahan Polda Papua

Wilpret Siagan - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 09:21 WIB
Eks Bupati Mamberamo Papua tersangka korupsi dana COVID Akhirnya ditahan
Eks Bupati Mamberamo Papua akhirnya ditahan (Foto: Wilpret Siagian/detikcom)
Jayapura - 

Reskrimsus Polda Papua akhirnya menahan mantan Bupati Mamberamo Raya, Papua, Dorinus Dasinapa, terkait penyalahgunaan dana COVID-19 sebesar Rp 3,1 M. Dana tersebut diduga digunakan melakukan lobi politik untuk maju Pilkada Kabupaten Mamberamo Raya Tahun 2021 sampai dengan 2024.

Dir Reskrimsus Polda Papua, Kombes Ricko Taruna Mauruh, didampingi Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pada Tahun Anggaran 2020 Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Raya dalam rangka penanganan Covid-19 melakukan Refocuss NG dan Realokasi anggaran sebesar Rp 23.890.790.000 (23,8 miliar) dari 5 SKPD.

Berdasarkan 10 SP2D yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mamberamo Raya TA 2020 diketahui dana penanganan Covid-19 sudah dicairkan 100%. Akan tetapi dari pencairan tersebut terdapat pemotongan sebesar Rp 3.153.100.000 (3,1 miliar) yang digunakan tidak sesuai peruntukannya.

"Diketahui uang hasil pemotongan dana COVID-19 sebesar Rp 3.153.100.000 (3,1 M) digunakan untuk kepentingan pribadi saudara Dorinus Dasinapa, dalam melakukan lobi politik untuk maju Pilkada Kabupaten Mamberamo Raya Tahun 2021 sampai dengan 2024 sebesar Rp 2 M," kata Ricko Taruna Mauruh saat press rilis, Kamis (16/9/2021).

Sementara itu, sekitar Rp 1,1 M, dana itu digunakan Dorinus untuk pembelian properti. Hal itu diungkapnya Donirus kepada polisi saat pemeriksaan.

"Dan sisanya Rp 1.153.100.000 (1,1 M) sesuai keterangan yang bersangkutan pada pemeriksaan awal dijelaskan dipergunakan untuk pembelian properti, pembelian tanah, pembuatan pagar dan kepentingan rumah tangga," jelas

Saat diperiksa sebagai tersangka pada hari Senin (5/7) lalu, Dorinus Dasinapa, mencabut keterangannya bahwa tidak mengetahui dan tidak bertanggung jawab terhadap penggunaan uang sebesar Rp 1.153.100.000 (1,1 M). Dia mengakui telah memberikan keterangan bohong pada BAP sebelumnya pada berita acara klarifikasi, BAP pada saat diperiksa sebagai saksi untuk tersangka an. Simon Rahangmetang.

Pada hari Senin (19/7), penyidik melakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka Dorinus Dasinapa. Pemeriksaan dilakukan setelah penyidik memeriksa beberapa saksi baru untuk mendalami sisa uang sebesar Rp 1.153.100.000,- yang tidak diakui oleh tersangka pada saat pemeriksaan tanggal 5 Juli 2021.

Pada pemeriksaan tambahan tersebut, tersangka kembali merubah keterangannya dengan menjelaskan bahwa penggunaan uang COVID-19 sebesar Rp 1.1 milyar digunakan untuk pembayaran utang pribadi kepada pengusaha bernama Samli.

Dimana sebelumnya tahun 2016, saat maju menjadi Calon Bupati Kabupaten Mamberamo Raya periode 2016-2021, tersangka telah menerima uang dari saudara Samli dengan dijanjikan pekerjaan atau proyek kalau yang bersangkutan menang.

Namun setelah tersangka menang dan menjabat sebagai Bupati tersangka tidak pernah memberikan pekerjaan kepada saudara Samli, sehingga Samli meminta uangnya dikembalikan dan uang tersebut dikembalikan pada bulan Agustus Tahun 2020 menggunakan dana penanganan COVID-19 yang dipotong.

"Dari hasil audit yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Provinsi Papua terkait penyalahgunaan dana Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Mamberamo Raya TA 2020 ditemukan adanya kerugian keuangan Negara sebesar Rp 3.153.100.000," kata Rocko.

Terhadap tersangka Dorinus Dasinapa, Bupati Mamberamo Raya priooe 2016-2021, dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 dan pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-undang republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1dan pasal 64 KUH Pidana.

Sebelumnya Dorinus ditetapkan sebagai tersangka kasus dana COVID-19 pada tahun anggaran 2020 sebesar Rp 3.153.100.000,00. Dorinus saat itu belum ditahan.

"Memang benar yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Senin (28/6)," kata Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri di Jayapura, Selasa (29/6) seperti dilansir Antara.

Dorinus mengakhiri masa jabatannya pada 10 September kemarin. Dorinus digantikan oleh John Tabo yang telah dilantik oleh Gubernur Papua Lukas Enembe pada Senin (13/9) lalu.