HEBOH!! LIVE BUGIL!! INI DIA PENAMPAKAN ''KURSI PANAS'' SELEBGRAM ''KUDA PONI''

 Tidak Layani Open BO, Selebgram Bugil Kuda Poni Dijerat 12 Tahun Penjara

balipuspanews google news

DENPASAR, balipuspanews.com – Penyidik Jusil Satreskrim Polresta Denpasar merilis kasus selebgram yang berinisial RR atau Kuda Poni alias Bintang Live,32.

Perempuan cantik asal Cianjur, Bandung, Jawa Barat ini mengakui tidak berniat open BO atau istilah melayani hubungan intim tapi hanya mempertontonkan aurat kepada penonton media sosial (medsos).

Cewek berjuluk Kuda Poni ini sebelumnya ditangkap di Apartemen Kubu Mawar Residence di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan, pada Jumat (17/9/2021) sekitar pukul 02.00 WITA.

Polisi mengamankan barang bukti sejumlah handphone berikut kartu SIM Card, sebuah kursi “panas” yang biasa dipakai untuk action bugil, speaker, dan beberapa kartu ATM untuk pembayaran transaksi.

Kemudian ada juga alat cukur, baju tidur, 1 set baju dalam warna merah, 1 set mainan menyerupai alat kelamin laki-laki atau dildo, 1 set baby oil dan bando warna hitam.

“Pelaku merupakan selebgram yang dikenal bernama Kuda Poni alias Bintang Libe pada aplikasi Mango Live dengan mempertontonkan aurat bahkan secara terang-terangan ke media sosial,” beber Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, pada Senin (20/9/2021).

Dijelaskannya, wanita asal Cianjur, Bandung, Jawa Barat ini ditangkap berdasarkan hasil penyelidikan adanya pornografi di aplikasi Mango Live. Selanjutnya tersangka Kuda Poni diamankan saat sedang live di kamar apartemen Kubu Mawar Residence.

“Dia kami tangkap saat sedang melakukan live pornografi telanjang bulat di medsos Mango Live,” bebernya.

KURSI PANAS 'KUDA PONI'




Dari hasil pemeriksaan, si pemilik akun di medsos Mango Live dan Bigo ini mengakui dari mempertontonkan bugil tersebut bisa memperoleh penghasilan setiap harinya. Selama lebih kurang 9 bulan live bugil di medsos, dia bisa memperoleh keuntungan Rp 25 juta hingga 50 juta setiap bulannya.

Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku tidak menerima open BO, walau banyak yang minta saat live di medsos. Ia mengatakan hanya melakukan live pornografi dengan cara bugil dan mempertontonkan aurat.

Atas perbuatanya, penyidik Judil Satreskrim Polresta Denpasar menjerat tersangka Kuda Poni dengan Pasal 4 ayat (1) UU No. 44 Tahun 2008 tentang pornorafi dan atau pasal 45 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE ancaman 12 tahun penjara.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan