MOTIVASI HIDUP! 30 KATA-KATA PESAN ''CAK NUN'' SANGAT INSPIRATIF MAKNA MENDALAM

 

30 Kata-Kata Bijak Cak Nun Tentang Kehidupan, Inspiratif dan Bermakna Mendalam

Selasa, 14 September 2021 07:44Reporter : Addina Zulfa Fa'izah
  •  
  •  


Cak Nun. ©youtube.com

Merdeka.com - Kata-kata bijak Cak Nun dapat menjadi motivasi serta penyemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Seperti yang diketahui, Cak Nun merupakan salah seorang seniman ternama dan juga budayawan.

Cak Nun ialah nama sapaan dari pemilik nama lengkap Emha Ainun Nadjib. Kata-kata bijak Cak Nun berisi petuah yang dapat memotivasi diri seseorang.

Tak hanya dikenal sebagai seorang sastrawan, Cak Nun juga mempunyai intelektual tinggi dalam berbagai bidang, seperti bidang agama, politik, dan lainnya. Berikut kata-kata bijak Cak Nun yang telah merdeka.com lansir dari liputan6.com dan berbagai sumber.

Kata-Kata Bijak Cak Nun Tentang Kehidupan

1. "Dakwah yang utama bukan berupa kata-kata. Melainkan dari perilaku. Orang yang berbuat baik sudah berdakwah."

2. "Yang penting bukan apakah kita menang atau kalah, Tuhan tidak mewajibkan manusia untuk menang sehingga kalah pun bukan dosa, yang penting adalah apakah seseorang berjuang atau tak berjuang."

3. "Hakikat hidup bukanlah apa yang kita ketahui, bukan buku-buku yang kita baca atau kalimat-kalimat yang kita pidatokan, melainkan apa yang kita kerjakan, apa yang paling mengakar di hati, jiwa dan inti kehidupan kita."

4. "Orang boleh salah, agar dengan demikian ia berpeluang menemukan kebenaran dengan proses autentiknya sendiri."

5. "Keceriaan dan kenyamanan hidup tidak terlalu bergantung pada hal-hal di luar manusia melainkan bergantung pada kekayaan batin di dalam diri manusia."

6. "Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah?"

7. "Agama diajarkan kepada manusia agar ia memiliki pengetahuan dan kesanggupan untuk menata hidup, menata diri dan alam, menata sejarah, kebudayaan, politik."

8. "Apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini adalah perlombaan dalam kebaikan. Bukan perlombaan keunggulan satu sama lain."

9. "Cinta bukanlah bertahan seberapa lama. Tetapi seberapa jelas dan ke mana arahnya."

10. "Agama itu letaknya di dapur. Tidak masalah mau pakai wajan merk apa di dapur, yang utama adalah makanan yang disajikan di warung sehat. Maka ukuran keberhasilan orang beragama bukan pada sholat atau umrohnya, melainkan pada perilakunya."

11. "Biasanya yang paling serakah dan paling memahami teori, metode, dan praktek keserakahan adalah orang-orang pandai!"

12. "Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian manusia sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?"

13. "Bisakah kita menumbuhkan kerendahan hati di balik kebanggaan-kebanggaan?"

14. "Bukanlah hidup kalau sekadar untuk mencari makan, bukankah sambil bekerja seseorang bisa merenungkan suatu hal, bisa berzikir dengan ucapan yang sesuai dengan tahap penghayatan atau kebutuhan hidupnya, bisa mengamati macam-macam manusia, bisa belajar kepada sebegitu banyak peristiwa."

15. "Coba hitunglah kehidupan di sekitarmu, hitung pula dirimu sendiri, temukan kemuliaan di sekitarmu."

16. "Orang yang diragukan keihklasannya adalah orang menyebut dirinya baik. Semua nabi mengaku dirinya dzolim: "Inni Kuntu Minadzolimin" (aku termasuk orang yang dzolim). Nggak ada nabi yang mengaku dirinya sholeh."

17. "Anda tak bisa menghakimi ekspresi seseorang hanya dengan melihat bunyi kata-katanya, melainkan Anda harus perhatikan nadanya, nuansanya, letak masalahnya."

18. "Kearifan-kearifan agama harus diterjemahkan ke dalam sistem nilai pengelolaan sejarah, kebudayaan dan peradabannya."

19. "Bahwa kemenangan yang benar-benar kemenangan tidaklah terjadi pada seseorang atas orang lain, melainkan atas dirinya sendiri."

20. "Masih tersediakah peluang di dalam kerendahan hati kita untuk mencari apapun saja yang kira-kira kita perlukan meskipun barang kali menyakitkan diri kita sendiri?"

21. "Bila air yang sedikit dapat menyelamatkanmu (dari rasa haus), tak perlu meminta air lebih banyak yang barangkali dapat membuatmu tenggelam. Maka selalulah belajar cukup dengan apa yang kamu miliki."

22. "Kalian berbicara bahwa dunia semakin rusak dan akan semakin rusak. Siapa yang merusak? Kalian sendiri."

23. "Tuhan tidak tersakiti oleh pengingkaran Anda. Tetapi Tuhan sangat tersakiti jika Anda berpura-pura menyembahNya."

24. "Kalau kamu kehilangan kepekaan terhadap keindahan, kamu tidak menemukan apa-apa di dunia"

25. "Pelajaran terpenting bagi calon pemimpin adalah kesanggupan menjadi rakyat. Barangsiapa sanggup menjadi rakyat yang baik, itulah pemimpin yang baik. Maksudnya, Sikap mental seorang pemimpin haruslah sikap mental kerakyatan."

26. "Jangan paksa orang untuk mencintaimu. Tagihlah dirimu untuk mencintai siapapun."

27. "Kebanyakan orang tak bisa tidur, mereka hanya tertidur, karena sepanjang siang dan malam hari mereka diberati oleh dunia."

28. "Salah satu unsur cinta dewasa adalah empati. Kalau kekasih kita haus, kita yang gugup mencarikan air minum. Kalau kekasih kita terluka, perasaan kita yang mengucurkan darah."

29. "Hakikat hidup bukanlah apa yang kita ketahui, bukan buku-buku yang kita baca atau kalimat-kalimat yang kita pidatokan, melainkan apa yang kita kerjakan, apa yang paling mengakar di hati, jiwa dan inti kehidupan kita."

30. "Aku menyebut diriku muslim saja aku tidak berani, karena itu merupakan hak prerogatifnya Allah SWT untuk menilai aku ini muslim atau bukan."

[add]