Sinopsis Ikatan Cinta 25 September 2021: Aldebaran Masih Curigai Security, Akhirnya Perketat Rumah dan Panggil Rendy

 

Sinopsis Ikatan Cinta 25 September 2021: Aldebaran Masih Curigai Security, Akhirnya Perketat Rumah dan Panggil Rendy

Sabtu 25 September 2021 06:00 WIB
Sinopsis Ikatan Cinta 25 September 2021: Aldebaran Masih Curigai Security, Akhirnya Perketat Rumah dan Panggil Rendy
Bocoran Ikatan Cinta 24 September 2021: Aldebaran Sudah Tahu Wajah Pelaku Teror, Identitas Papa Jessica Terungkap. (Foto: celebrities.id/MNC)

JAKARTA, celebrities.id - Aldebaran (Arya Saloka) kali ini membuat strategi di rumah soal memasukkan security atau penjaga rumah. Hal itu dikarenakan, hanya Uya dan Riza yang diberikan izin untuk keluar masuk rumah Aldebaran.

Ads by

Saat itu, Aldebaran memberikan instruksi kepada Uya untuk menuruti perintahnya tersebut. Dengan begitu, Aldebaran mengharapkan supaya terlihat jelas siapa yang dicurigai sebelumnya.

“Uya, saya mau hanya kamu dan Riza yang boleh keluar masuk rumah,” ucap Aldebaran.

“Kalau ada paket atau pesanan makanan, tolong di cek sampai semuanya aman,” kata Aldebaran.

Lebih lanjut, Aldebaran menuturkan bahwa peraturan ini akan berjalan sampai dia menemukan siapa dalang penerornya.

“Saya akan perlakukan peraturan ini sampai saya temukan siapa dalang teror ini semua,” tutur Aldebaran.

“Ok siap pak,” kata Uya dalam percakapan telepon.

Sebelumnya, ada kejadian penemuan ikan busuk di kamar Mama Rosa (Sari Nila). Aldebaran pun memanggil seluruh security atau penjaga rumah untuk menghadapnya.

Setelah dikumpulkan semua satpam, Aldebaran pun bertanya ke para penjaga rumahnya kenapa ada bangkai ikan busuk di lemari mamanya. Namun, para satpamnya memilih bungkam dan tak bersuara.

Aldebaran meminta Andin dan seluruh orang rumah untuk tidak menerima tamu secara sembarangan. Hal itu dikarenakan sebelumnya sudah adanya kejadian dari peneror lagi.

Peneror kembali membuat onar dengan keluarga Aldebaran, yakni Mama Rosa berteriak. Ternyata, diketahui di dalam kamar Mama Rosa ada ikan busuk.

“Selama saya gak di rumah, jangan terima tamu sembarangan,” ucap Aldebaran.

“Iya mas, iya,” ucap Andin.

“Jangan iya-iya aja kamu. Kamu juga ya, kalo gak ada urusan mendesak penting banget, jangan keluar rumah dulu,” ujar Aldebaran.

Dengan begitu, Aldebaran juga menyampaikan peringatan kepada para petugas keamanan yang sebelumnya sempat kebobolan. Karena Al tidak mengungkap hal buruk kembali terjadi dan menimpa keluarganya.

“Tolong jangan sampai ada kejadian yang tidak saya inginkan lagi. Jaga keamanan dengan tepat,” ujar Aldebaran.

“Gimana juga, saya bakal temuin siapa orang yang ada sangkut paut sama peneror,” katanya.

“Siap pak Al,” kata petugas keamanan bersamaan.

Selain itu, di kantor juga Al memanggil Rendy (Ikbal Fauzi) untuk segera menemuinya. Tanpa ragu, Aldebaran langsung menginterogasi Rendy dengan berbagai pertanyaan soal CCTV yang sempat mati dan kemana saja Rendy pergi.

“Pas CCTV mati, kamu ke mana aja?” kata Aldebaran.“Saya sempet di dekat kamar bu Rosa, denger sesuatu tapi saya gak cek,” ucap Rendy.

“Ya, semalem teror lagi, di kamar mama saya ada ikan busuk,” ujar Aldebaran.

“Apa? Ada ikan busuk? Astagfirullah,” tutur Rendy.

Di ruang kerja Aldebaran, Andin (Amanda Manopo) menemukan surat pengajuan sidang pengadilan aju banding dari Mama Sara. Hal itu dikarenakan, Mama Sara ingin memperoleh izin menemani Elsa di pusat rehabilitasi.

“Gimana ma?” tanya Aldebaran.

“Gapapa, boleh,” jawab Mama Rosa.

“Mama serius?” ucap Andin.

“Iya, mama gak keberatan kalo dia bisa bebas, kan bisa jaga Elsa juga pindah ke pusat rehabilitasi,” ucap Mama Rosa.

“Nanti aku yang hadir ya ma,” ujar Aldebaran.

“Mama sebenarnya sakit hati, tapi kan gak cuma mama yang jadi korban, kamu juga jadi korban. Kalo kamu bisa maafin mereka, ya mama juga harus bisa,” tutur Mama Rosa.

“Dendam dan menggenggam itu sama seperti pegang bara, jadi gak bisa berdamai sama diri sendiri,” kata Mama Rosa.

Sedangkan, Nino (Evan Sanders) masih sangat mengharapkan bisa sembuh dan dapat melihat lagi seperti sedia kala. Hal itu disambut dengan kabar baik Pak Irfan (Oka Antara), ayah dari Jessica, yang memberitahukan info dokter spesialis mata di Singapura.

“Kalau Nino minat, saya kenalkan dengan dokter spesialis mata di Singapura,” kata Pak Irfan.

“Saya tahu kehebatannya dengan operasi kornea yang terkenal juga,” ucapnya.

Nino yang mendengar kabar baik ini tentu sangat cerah wajahnya dan bersemangat untuk segera sembuh. Karena Nino masih mengharapkan untuk tetap bisa melihat Reyna terus berkembang dan menghibur dirinya.

“Iya pak Irfan, oke oke,” kata Nino.“Baik, kalau gitu, nanti saya infokan lebih lanjut aja ya,” ujar Pak Irfan.

Antara Nino dan Pak Irfan ternyata menjalin rekan kerja dan mengharuskan mereka berunding dalam meeting. Setelah selesai pun, Pak Irfan segera keluar ruangan dan bergegas pergi ke pusat rehabilitasi untuk menjenguk anaknya, yakni Jessica.

“Iya pak Irfan, terima kasih,” kata Nino.

“Sama-sama, sampai jumpa,” ujar Pak Irfan.

Saat berjalan keluar dari gedung meeting, Pak Irfan mendapat telepon dari suster Harapan Kasih. Ternyata itu adalah Jessica, dalam telepon Jessica meminta untuk ayahnya membawakan cincin yang ada di rumah juga.

Editor : Hadits Abdillah