3 Bocah di Bawah Umur di Manggarai Rawat Ibunya yang ODGJ dan Bapak Tunanetra

 

3 Bocah di Bawah Umur di Manggarai Rawat Ibunya yang ODGJ dan Bapak Tunanetra

Konten ini diproduksi oleh florespedia
3 Bocah di Bawah Umur di Manggarai Rawat Ibunya yang ODGJ dan Bapak Tunanetra
searchPerbesar
Maria Panul, ODGJ di Manggarai yang pernah menjadi tulang punggung keluarganya. Foto : Engkos Pahing
RUTENG - Martina Panul (57), warga Kampung Ruan, Desa Ruang, Kecamatan Satarmese Utara, merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang saat ini sedang di pasung, sedangkan suaminya Markus Hanggut (63) mengalami kebutaan sudah puluhan tahun.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, bahwa kedua pasangan suami istri tersebut tidak mendapat perawatan kesehatan di RS karena tidak memiliki biaya.
Untuk diketahui, ibu Martina dipasung sudah satu tahun lebih dan yang merawat mereka selama ini adalah anaknya yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sebelum di pasung, Martina Panul merupakan tulang punggung keluarga, karena suaminya mengalami kebutaan.
Ibu Martina Panul dan Bapak Markus Hanggut saat ini tinggal bersama tiga orang anak dan dua orang cucu mereka.
Dua dari tiga orang anak tersebut masih duduk dibangku sekolah, seorang anak perempuan atas nama Onita Lembu (15) sekolah di SMP Negeri 19 Satar Mese. Sedangkan seorang anak laki-laki atas nama Alvensius Ngambu masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD).
ADVERTISEMENT
Markus Hanggut kepada media ini, Selasa (12/10) menerangkan bahwa masih memiliki tunggakan biaya uang sekolah anak perempuannya sebesar Rp.400.000,- dari total uang sekolah sebesar Rp.600.000,- tiap tahun.
"Masih ada tunggakan Pak, kami masih tunggak Rp 200 ribu," terangnya.
Untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari, Ibu Martina Panul dan Bapak Markus Hanggut mengharapkan uang kiriman dari seorang anak laki-lakinya yang merantau ke Kalimantan.
Uang kiriman dari anaknya tersebut tidak rutin di kirim tiap bulan, kadang dua atau tiga bulan sekali.
Jika anaknya terlambat mengirim uang, maka Markus Hanggut dan Martina Panul terpaksa meminjam beras atau kebutuhan lainnya ke tetangga.
Markus Hanggut dan Martina Panul tercatat sebagai penerima bantuan PKH yang besaran bantuannya Rp. 225.000,- tiap tiga bulan.
ADVERTISEMENT
Markus Hanggut menerangkan bantuan PKH tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup 5 orang selama 3 bulan.
Ia menerangkan bahwa pernah sekali menerima bantuan beras dari Dinas Sosial Kabupaten Manggarai pada bulan Juli lalu berupa beras 50 kg.