Fahri Hamzah Tak Minat Jadi Jubir Jokowi

 

Fahri Hamzah Tak Minat Jadi Jubir Jokowi


Liputan6.com, Jakarta Diangkatnya Fadjroel Rachman menjadi Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, membuat posisi juru bicara Presiden Joko Widodo atau Jokowi kosong.

Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui akun Twitternya, sempat mengeluarkan nama mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjadi jubir Presiden Jokowi.

Terkait wacana itu, Fahri pun tak minat untuk mengisi kekosongan Jubir Presiden Jokowi yang ditinggalkan Fadjroel Rachman. Dia mengungkapkan masih pensiun dalam urusan politik sampai 2024.

"Saya mau pensiun sampai 2024. Nanti 2024 kita tarung lagi," ujar Waketum Partai Gelora ini di DPR RI, Senin (25/10/2021).

Menurut Fahri, Jokowi harus memilih orang yang tepat sebagai juru bicara. Harus memiliki akses dalam rapat-rapat kabinet. Ia pun mengusulkan Menseskab Pramono Anung merangkap sebagai juru bicara.

"Jangan taruh figur yang ecek-ecek juga harus betul-betul solid, supaya Presiden terbantu di dalam mensosialisasikan ide-ide pemerintah," kata Fahri.

Dia mengusulkan nama tersebut, agar Jubir Presiden Jokowi mempunyai akses ke rapat kabinet. Bukan melihat isu dari media sosial atau internet.

"Menurut saya harus diperkuat ya, jadi malah saya mengharapakan Mensekab merangkap jubir itu. Karena seharusnya, juru bicara itu harus punya akses kepada rapat kabinet," kata Fahri.

 

2 dari 2 halaman

Belum Ada Arahan

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Fadjroel Rachman resmi menjadi Duta Besar (Dubes) RI untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan. Pihak Istana mengatakan hingga kini belum ada arahan dari Presiden Jokowi terkait sosok yang akan mengisi jabatan Juru Bicara.

"Sampai saat ini belum ada arahan Presiden," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin kepada wartawan, Senin (25/6/2021).

Menurut dia, saat ini sudah ada Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Mereka bisa berbicara kepada publik mewakili pihak Istana.

"Selain itu di istana sudah ada Mentersi Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, dan KSP," jelas Bey.