Sahabat Ganjar Beri Trauma Healing untuk 1.000 Korban Kebakaran di Papua Barat

 

Sahabat Ganjar Beri Trauma Healing untuk 1.000 Korban Kebakaran di Papua Barat

Selasa, 12 Oktober 2021 08:32Reporter : Nur Habibie
  •  
  •  


Sahabat Ganjar Beri Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Papua Barat. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan unit rumah di kawasan Borobudur, Kelurahan Padarni, Kecamatan Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, ludes terbakar, Kamis (30/9) siang. Atas kejadian itu, 1.000 orang dari 600 KK menghuni di lima lokasi pengungsian di sekitar titik kebakaran.

Dengan adanya kejadian itu, 40 relawan dari Sahabat Ganjar terjun langsung lokasi untuk memberikan trauma healing kepada anak-anak di lokasi bencana pada Senin (11/10) kemarin.

"Hal ini dilakukan untuk mengurangi trauma pada anak-anak yang ikut mengalami langsung kejadian," kata Ketua DPW Sahabat Ganjar Papua Barat, Ponsianus Silubun dalam keterangannya, Selasa (12/10).

Tak hanya melakukan trauma healing, mereka juga memberikan sejumlah paket dalam bentuk sembako kepada warga yang mayoritas sebagai nelayan.

"Kami memberikan 150 paket bantuan dalam bentuk sembako dan 150 paket peralatan dapur, seperti piring, sendok, panci, dan alat masak lainnya. DIharapkan dengan bantuan ini warga terdampak bencana kebakaran bisa terbantu," ujarnya.

Diketahui, Ratusan unit rumah di kawasan Borobudur, Kelurahan Padarni, Kecamatan Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, ludes terbakar, Kamis (30/9) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun ribuan warga yang umumnya nelayan dilaporkan terpaksa mengungsi.

"Laporan awal tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil yang masih dalam perhitungan," kata Kapolres Manokwari AKBP Dadang K Winjaya.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti untuk mengetahui sumber api dari salah satu rumah warga di lokasi kejadian. "Penyebab kebakaran masih diselidiki, karena sumber api berasal dari salah satu rumah di lokasi padat penduduk itu," ujar Dadang seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan, api berkobar sekitar tiga jam sejak pukul 10.00 WIT. Si jago merah baru dijinakkan sekitar pukul 13.15 WIT.

Proses menghadapi kendala karena tim pemadam kesulitan menjangkau titik api. Permukiman padat itu memang berada di atas pantai.

"Api berhasil dipadamkan pukul 13.15 WIT atas bantuan warga bersama dua unit mobil pemadam kebakaran Satuan Brimob Polda Papua Barat dan dua unit mobil pemadam kebakaran Pemda Manokwari," tutup Dadang. [fik]