Sebut Dulu Banjir Surut 3-4 Hari, Anies: Sekarang Kurang dari Sehari Sudah Kering

 

Sebut Dulu Banjir Surut 3-4 Hari, Anies: Sekarang Kurang dari Sehari Sudah Kering

Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih Jum'at, 29 Oktober 2021 | 19:49 WIB

Sebut Dulu Banjir Surut 3-4 Hari, Anies: Sekarang Kurang dari Sehari Sudah Kering
Gubernur Anies Baswedan saat bertemu korban banjir Jakarta di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020). (Suara.com/Fakhri Fuadi)

SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim pihaknya mendapatkan dampak positif penanganan banjir Jakarta. Bahkan, saat ini Anies menyebut banjir Jakarta tak sampai satu hari sudah surut.

Hal ini ia sampaikan dalam Rakornas Antisipasi La Nina yang digelar BMKG, Jumat (29/10/2021). Ia menyebut biasanya di tahun-tahun sebelumnya, banjir surut lebih lama hingga tiga sampai empat hari.

"Di awal tahun ini terasa, daerah-daerah yang biasanya kalau banjir tergenang tiga-empat hari, sekarang kurang dari satu hari sudah kering," ujar Anies dilihat dalam tayangan YouTube BMKG, Jumat, (29/10/2021).

Menurut Anies, capaian ini berkat peningkatan pada unsur kesiagaan, tanggap, dan galang dari jajaran Pemprov DKI dalam menanggulangi dampak banjir Jakarta.

Baca Juga:Viral Pemukiman di Pejaten Timur Banjir hingga 150 Cm, Warga: Kali Ciliwung Meluap

Dia juga menargetkan apabila curah hujan di bawah 100 millimeter, di jalan utama tidak akan banjir.

Warga melintasi berjalan banjir di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu (20/2/2021).  [Antara Foto]
Warga melintasi berjalan banjir di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). [Antara Foto]

"Sistem drainase kita itu kapasitasnya 100 milimeter per hari. Jadi kalau hujan di bawah 100 milimeter per hari, di jalan utama enggak boleh banjir," katanya.

Kendati demikian, Anies mengakui apabila curah hujan di atas 100 milimeter, potensi banjir sangat tinggi.

Namun, ia menargetkan dalam waktu enam jam banjir harus sudah surut.

Warga mendorong sepeda motornya melintasi banjir di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO
Warga mendorong sepeda motornya melintasi banjir di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO

"Kita tahu sekarang hujannya ekstrem, apalagi dengan adanya La Nina ini, potensi hujan intensif jangka pendek kan tinggi sekali," ujarnya.

Baca Juga:Banjir Surut, Kini Sisa-sisa Lumpur jadi PR Warga Pejaten Timur

"Apa kiat-kiatnya? 6 jam harus surut. Jadi, 6 jam sesudah air hujan berhenti, tempat yang terjadi genangan harus bisa surut dalam 6 jam," pungkas Anies.