Kemendagri Berikan Akta Lahir untuk Anak dengan Nama Terpanjang

 

Kemendagri Berikan Akta Lahir untuk Anak dengan Nama Terpanjang

Kamis, 11 November 2021 08:03Reporter : Intan Umbari Prihatin
  •  
  •  


Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arief. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang anak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Cordosega mengalami kesulitan dalam mengurus dokumen kependudukan. Cordosega merasa kesulitan karena memiliki nama hingga 19 kata, yakni Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi - Thariq Ziyad Syaifudin Quthuz Khoshala Sura Talenta.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakrulloh turun tangan dan berkomunikasi dengan orang tua serta tetua adat setempat. Akhirnya disepakati bahwa anak yang bersangkutan berganti nama menjadi R - Akbar Zudan Cordosega Sura Talenta.

Zudah menjelaskan nama tersebut dapat diakomodir dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sehingga prosesi pengurusan berbagai dokumen kependudukannya menjadi dapat dilakukan.

“Meski demikian, nama Cordosega yang sebelumnya, silakan tetap menjadi nama adat baginya sehingga ketentuan adat tetap berlaku,” kata Zudan saat mendatangi kediaman Cordosega, di Bangilan Tuban, Rabu (10/11).

“Yang penting untuk kepentingan negara, nama lengkap terbaru dari ananda Cordosega kami resmikan di dokumen kependudukan agar mudah mendapatkan berbagai pelayanan publik dengan mudah ke depannya,” tambah Zudan.

Pergantian nama Cordosega diwarnai cerita yang unik. Paman dari Cordosega, Mujoko Sahid, yang merupakan tokoh adat Tuban Selatan sekaligus orang yang pemberi nama Cordosega, awalnya sama sekali tidak mau mengganti nama anak tersebut.

Pasalnya, Sahid tidak merasa bahwa pemberian nama lengkap yang begitu panjang bagi Cordosega tidak melanggar ketentuan aturan perundang-undangan apapun.

Namun, Sahid menjadi luluh usai berkomunikasi dengan Zudan. Sehingga membuatnya merasa sungkan untuk tidak menggubris saran Zudan.

“Itulah mengapa kami bersedia mengganti nama lengkap Cordosega karena terkena apa yang kami sebut istilahnya sebagai pasal sungkan. Saya sungkan dengan Pak Prof Zudan yang memberikan nasihat dan saran yang bisa membuat kami legawa," ungkap Sahid.

“Melalui kejadian ini, kami menjadi percaya bahwa cara-cara seperti yang dilakukan Prof. Zudan ini, bahwa dengan ketulusan silaturahmi itu kunci solusi untuk segala problem di NKRI,” tambah Sahid.

Kemudian, Zudan secara langsung memberikan dokumen kependudukan berupa Akta Kelahiran, KK, dan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada ayah dari Cordosega, Arif Akbar.

Arif Akbar selaku ayah dari Cordosega mengaku senang dan bahagia akhirnya masalah administratif yang menyangkut anaknya berhasil dituntaskan.

“Apalagi beliau Bapak Dirjen, Prof. Zudan, juga berkenan menjadi bapak angkat dari Cordosega,” kata Arif Akbar sembari semringah. [ray]