Luhut: Delta Plus 15% Lebih Ganas dari Delta, Kalau Ada yang Mau Kena Silakan

NEWS
·
8 November 2021 18:58
·
waktu baca 2 menit

Luhut: Delta Plus 15% Lebih Ganas dari Delta, Kalau Ada yang Mau Kena Silakan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Luhut: Delta Plus 15% Lebih Ganas dari Delta, Kalau Ada yang Mau Kena Silakan
searchPerbesar
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS dan kumparan
Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Pandjaitan mengungkapkan pemerintah sangat hati-hati dalam menentukan kebijakan karantina internasional. Saat ini 3 hari, tetapi bisa berubah dan diperpanjang lagi.
ADVERTISEMENT
"Kita sangat hati-hati di sini. Saya ingin sampaikan prosesnya pengambilan keputusan itu sudah sains dan art, data dan kemudian bagaimana kita membaca data itu. Nah dengan membaca data ini karena pengalaman kita sudah cukup sekarang," kata Luhut dalam jumpa pers virtual di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (8/11).
"Kami sangat confidence mengatakan kita cukup jernih melihat ini, jadi saya mohon teman-teman di luar jangan punya pikiran ke sana kesini tidak konsisten pemerintah itu jauh dari itu. Kami sangat konsisten," tegas Menko Maritim dan Investasi itu.
Kalaupun kebijakan berubah, itu semata-mata karena virusnya. Bukan karena pemerintah tidak konsisten.
"Yang tidak konsisten itu adalah tadi penyakitnya. Ini tidak ada, varian ini Delta A.Y 4.2 (delta plus) ini juga 15% lebih ganas dari varian Delta sekarang," tuturnya.
ADVERTISEMENT
"Kalau ada nanti saudara atau kita yang pengin keluarganya kena lagi atau sendiri kena ya silakan leha-leha, tapi saya tidak mau," imbuh dia.
Varian Delta sebelumnya juga disebut ilmuwan 6 kali lebih menular dari varian asli corona. Berarti, Delta Plus harus lebih diwaspadai.
Oleh karena itu Luhut mengaku akan tetap tegas mengatakan akan menyesuaikan atau antisipasi perilaku dari COVID-19 ini.

"Saya rasa ini penjelasan dari kami mudah-mudahan ini memberikan gambaran lebih utuh kepada masyarakat Indonesia untuk kita semua hati-hati menghadapi ini. Karena sudah dialami banyak negara lain," tutup dia.