Nadiem Mengaku Diberikan Hadiah Keberanian dari 3 Puterinya Lawan Kekerasan Seksual

 

Nadiem Mengaku Diberikan Hadiah Keberanian dari 3 Puterinya Lawan Kekerasan Seksual

Senin, 15 November 2021 08:32Reporter : Merdeka
  •  
  •  


Mendikbudristek Raker dengan Komisi X DPR. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menulis surat bagi ketiga putrinya. Narasi surat itu ia tulisan pada unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat, 12 November 2021.

Surat itu berbicara mengenai pemberian hadiah ketiga putri Nadiem kepada dirinya. Hadiah itu adalah keberanian untuk melawan pelaku kekerasan seksual di perguruan tinggi lewat aturan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Permebdikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Nadiem mengungkap, terbitnya aturan itu didorong pula atas rasa takut yang menghinggapi kepalanya ketika mengetahui bahwa kekerasan seksual ini bisa menimpa siapa saja, termasuk putrinya kala mereka besar.

Atas dorongan itu, Nadiem mengaku akhirnya memiliki keberanian untuk menerbitkan beleid pencegahan kekerasan seksual di kampus. Ia pun mengingatkan anak-anaknya bahwa melakukan sebuah kebaikan bukanlah hal yang mudah.

Namun dia menekankan jangan sampai kesulitan itu dihindari. Pasalnya tak ada hal yang berarti di dunia ini adalah hal yang mudah.

Terakhir, Nadiem menyampaikan kebanggaannya telah menjadi ayah dari ketiga putrinya.

Adapun surat lengkap yang ditulis Nadiem sebagai berikut:

Surat untuk ketiga puteri saya

Halo tiga putriku! Kalian belum bisa baca ini sekarang karena masih kecil, tapi harapan Dada dalam beberapa tahun kalian akan bisa mengerti.

Hari ini hari Ayah. Tanpa sepengetahuan kalian, kalian memberikan Dada suatu hadiah yang luar biasa. Hadiah itu adalah keberanian. Keberanian untuk melawan pelaku-pelaku kekerasan seksual di kampus. Di hari Ayah ini, Permendikbud Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi diluncurkan. Tanpa kalian yang selalu di hati Dada, tanpa ketakutan atas ancaman yang mungkin kalian hadapi saat kalian berkuliah, mungkin langkah besar ini tidak akan terjadi.

Kalian harus ingat, perjuangan ini tidaklah mudah. Tapi kalian akan sadar saat sudah besar, bahwa melakukan hal yang baik dan benar seringkali adalah opsi yang tersulit. Ingat prinsip itu. Jangan pernah menghindari kesulitan. Tidak ada satupun hal yang bermakna di dunia ini merupakan hal yang mudah.

Hari ini Dada melihat mahasiswa se-Indonesia tanpa pengecualian bersatu menyuarakan dukungannya. Dosen-dosen dari Sabang sampai Merauke berdiri tegap, siap menyalakan obor keadilan di semua kampus.

Hari ini Dada semakin bangga sebagai orang Indonesia. Dan Dada bangga jadi Ayah kalian. Terima kasih untuk kado keberanian yang kalian berikan. Di hari Ayah ini, my brave girls, I love you. [ded]