Wajah Bripda Randy di Balik Jeruji Besi dan Berkaos Tahanan

 

Wajah Bripda Randy di Balik Jeruji Besi dan Berkaos Tahanan

Minggu, 5 Desember 2021 19:30Reporter : Erwin Yohanes
  •  
  •  


Bripda Randy ditahan di Rutan Mapolda Jatim. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bripda Randy, tersangka kasus aborsi dengan korban Novia Widyasari Rahayu (23), mahasiswi Universitas Brawijaya yang tewas bunuh diri di pusara ayahnya di Mojokerto pada Kamis (2/12) lalu, ditahan di Rutan Mapolda Jatim. Anggota Kepolisian Polres Pasuruan itu pun harus mendekam di balik jeruji selama 20 hari ke depan akibat kasus yang menderanya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bripda Randy harus menjalani masa penahanan di Rutan Polda Jatim. Ia pun disangkakan dengan pasal 348 KUHP jo Pasal 55 KUHP tentang sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin alias aborsi.

“Ditahan di Rutan Mapolda Jatim sejak semalam,” katanya, Minggu (5/12).

Dia menyebut, Randi alias RB itu harus menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan. Selain menjalani kasus pidana umum, Bripda Randy juga akan menjalani sidang etik. Sebab, selama dalam masa perkara ini, ia masih tercatat sebagai polisi aktif.

"Betul (ditahan 20 hari ke depan)," tegasnya.

2 dari 2 halaman


Sebelumnya, seorang mahasiswi Universitas Brawijaya ditemukan tewas di area pemakaman umum di Desa Japan, Kec. Sooko, Mojokerto. Mirisnya, wanita berinisial NWR yang diduga bunuh diri itu melakukan aksinya di pusara sang ayah yang baru genap 100 hari meninggal.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar pun membenarkan soal temuan tersebut. Ia menyatakan, jika kasus itu terjadi pada Kamis (2/12) lalu. Saat itu, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat soal adanya mayat seorang perempuan di areal pemakaman.

"Bahwa pada 2 Desember 2021 sekitar pukul 04.00 Wib telah ditemukan mayat seorang perempuan di Makam Umum Dusun Sugihan, Desa Japan, Kec. Sooko Kab. Mojokerto," tegasnya, Sabtu (4/12).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyatakan, saat ini pihaknya tengah mendalami kasus tersebut dengan membentuk tim gabungan. Termasuk diantaranya, melakukan pemeriksaan terhadap seorang anggota Kepolisian yang berdinas di Polres Pasuruan. Anggota Kepolisian berinisial R itu diduga merupakan pacar korban sebelumnya.

"Terkait semua info (di media sosial) itu, kita dalami semua. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap dia (anggota Polres Pasuruan) oleh propam untuk diklarifikasi atas informasi yang ada di medsos itu," tegasnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jika NWR merupakan salah satu mahasiswi di Universitas Brawijaya Malang. Wanita jurusan Pendidikan Bahasa Inggris itu diketahui merupakan angkatan 2016.

[fik]